Ade22News ___TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANYA___
Showing posts with label Bisnis. Show all posts
Showing posts with label Bisnis. Show all posts

Kacamata Gratis Untuk Siswa Berekonomi Lemah

Kacamata Gratis Untuk Siswa Berekonomi Lemah

Pada minggu ketiga Februari 2015 lalu, tepatnya Senin, 16 Februari, ada kegiatan menarik di SMAN 1 Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Saat itu sekolah  memfasilitasi  kegiatan pemeriksaan  mata  bagi  para siswa. Berdasarkan pemeriksaan, bagi siswa yang memerlukan dan  belum  memiliki kacamata baca, akan mendapatkan bantuan sebuah kacamata baca secara cuma-cuma alias gratis.

Kegiatan tersebut dilakukan dengan tetap mempertimbangkan proses belajar siswa tidak terganggu. Tentu saja para  siswa menyambut hangat kegiatan ini. “Saya senang karena bisa memeriksakan  mata secara gratis. Ada  beberapa teman yang harus menggunakan kacamata baca,” ungkap salah seorang siswa kelas X.

Sebut  saja Bagas Saputra, siswa kelas XI MIA 1, dan Rangga, siswa kelas XI MIA 2, merupakan sebagian yang memerlukan kacamata baca.

“Menurut  hasil  pemeriksaan, saya memerlukan kacamata baca. Memang selama ini kadang-kadang  saya kesulitan  kalau membaca tulisan yang kecil,” kata Bagas. “Untungnya, banyak teman yang baik. Mereka dengan senang hati akan membantu saya,” imbuhnya.

Para siswa yang tidak menggunakan kacamata baca berasal dari keluarga yang berekonomi lemah. Mereka sebenarnya telah lama menginginkan memiliki kacamata baca, namun karena keterbatasan  ekonomi orang tuanya, mereka hanya memendam keinginannya tersebut dalam hati.  Mereka menyadari harga kacamata baca mahal  untuk ukuran kantong orang tuanya. Kendati demikian para siswa tersebut  tetap  rajin  menuntut ilmu di tengah keterbatasan penglihatannya.

Oleh  karena  itu, kegembiraan  menyelimuti hati para siswa berekonomi lemah tersebut atas kegiatan  bantuan kacamata yang diusung oleh BCA. Dalam kegiatan ini BCA menggandeng atau bekerja sama dengan Yayasan Berani dan PT Berkat AIIA. Sekolah  menyambut baik  pelaksanaan  kegiatan  ini. Diharapkan bantuan kacamata baca bagi siswa yang membutuhkan dapat memperlancar proses belajar.

“Saya tentu  senang sekali mendapat bantuan kacamata baca. Kacamata akan diberikan bulan depan,” ungkap Bagas dengan wajah ceria.

Hal senada diungkapkan Rangga. “Bantuan ini sangat berguna bagi saya. Apalagi sebentar lagi saya akan menghadapi ulangan tengah semester dan akhir semester. Biar lebih lancar belajar,” katanya dengan nada gembira.

Kegiatan  pemeriksaan mata  juga diselenggarakan  di beberapa  sekolah lain di Gunungkidul, yakni di tiga  sekolah di Ponjong, tiga  sekolah di Semanu, dan empat sekolah di Karangmojo.  Sekolah-sekolah tersebut merupakan sekolah binaan dari Bakti BCA. Pemeriksaan dilakukan oleh dua  petugas pemeriksa mata dan seorang koordinator.

Program  pemeriksaan  mata  dan  pemberian  bantuan  kacamata  baca tersebut, merupakan salah  satu bentuk implementasi program kegiatan sosial BCA dalam bidang pendidikan. Kegiatan  dilaksanakan  pada  Februari, bertepatan  dengan  peringatan  ulang  tahun  ke-58 BCA.

“Di usia yang ke-58 ini, BCA ingin memaknainya dengan berbagi kepada sesama. Kami menyadari perkembangan BCA hingga saat inipun harus diikuti dengan perkembangan masyarakat di sekitar kami. Oleh karena itu, dalam suka cita ulang tahun yang ke-58, kami melakukan  berbagai  rangkaian kegiatan sosial,” ujar Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja.

Selama  Februari 2015, pemeriksaan mata dan bantuan kacamata baca dilaksanakan di 17 sekolah  binaan BCA di tiga wilayah, yaitu di Gunungkidul  (DIY), Tatakan (Serang), dan Gadingrejo (Lampung). Pada kesempatan ini, BCA menyediakan 1.000 kacamata baca bagi siswa-siswi yang memerlukan.

Dalam  rangka  mendukung  proses belajar di sekolah binaan Bakti BCA, kali ini BCA juga menyerahkan  berbagai  bantuan  kepada  sekolah  binaan berupa bantuan buku untuk perpustakaan  sekolah, pendukung  lab komputer, dan fasilitas lainnya.

“Kami berharap melalui bantuan buku dapat melengkapi dan menambah koleksi perpustakaan sekolah. Hal ini diharapkan juga  dapat  semakin meningkatkan motivasi murid dalam belajar,” ungkap Sekretaris  Perusahaan  BCA Inge Setiawati.

Penyerahan  bantuan  buku  dilakukan oleh pimpinan BCA setempat kepada pihak sekolah.

SUMBER

Pramono Edhie: SBY Tidak Lupa Kaderisasi Partai



Pramono Edhie: SBY Tidak Lupa Kaderisasi Partai

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diisukan sebagai calon terkuat menjadi Ketua Umum Partai Demokrat (PD) dalam kongres mendatang. Anggota Dewan Pembina PD Pramono Edhie Wibowo membantah kalau partainya krisis kaderisasi.

"Apakah SBY mau jadi ketum? Apakah beliau layak, apakah tidak lelah? Yang lebih parah lagi ada anggapan seolah-olah Demokrat tidak punya kader pengganti. Kita semua di sini adalah kader Demokrat yang akan mengganti beliau di kemudian hari," kata Pramono di Hotel Best Western Premiere The Hive, Jl DI Panjaitan, Jakarta Timur, Sabtu (28/2/2015).

Dia menegaskan, dengan pengalaman sebagai presiden selama dua periode, SBY tidak perlu dipertanyakan lagi kelayakan menjadi Ketua Umum PD. Apalagi, sejauh ini saat kunjungan ke daerah, SBY didukung kader daerah untuk memperpanjang masa jabatannya di kursi PD-1.

"Kalau dianggap beliau layak atau tidak layak, masa mantan presiden 10 tahun dipilih rakyat langsung masa tidak layak jadi ketum," sebut mantan KSAD itu.

Lagipula, kata dia, sosok SBY tidak melupakan kaderisasi jika terpilih sebagai ketua umum. Dia yakin kaderisasi bisa diilakukan sambil berjalan. Saat ini, SBY hanya mendengar aspirasi dari daerah. Jika suara mayoritas menghendaki maju, maka presiden RI ke enam itu mesti bersaing di kongres partai.

"Bukan jadi setelah SBY terus tidak ada kaderisasi," tutur purnawirawan TNI bintang empat itu.

Lantas, apa tantangan terberat jika ketua umum yang terpilih dalam kongres mendatang? Menurutnya, tugas berat harus bisa mengembalikan elektabilitas publik seperti saat Pilpres 2009 yang dimenangi Partai Demokrat.

"Ya membangun kembali yang tadinya 21 persen kan menjadi 10 persen. Sehingga itu harus dipenuhi minimal ya," ujarnya.


SUMBER

Pasar Saham Asia Terpengaruh Penurunan Wall Street

Pasar saham Asia dibuka melemah pada Rabu 17 Juli 2013. Saham-sahan di bursa Jepang memimpin penurunan berkat penguatan yen. Pasar menunggu pidato Ketua Federal Reserve AS, Ben Bernanke, untuk dapat menentukan langkah berikutnya.
Seperti diberitakan CNBC, indeks Nikkei Jepang turun dan bergerak di bawah level 14.500. Sementara itu, indeks S&P ASX 200 yang merupakan indeks acuan bursa Australia, cenderung mendatar pada awal perdagangan. S&P/ASX 200 hanya menguat tipis 0,58 poin (0,01 persen) ke level 4.986,60.
Indeks Kospi sebagai patokan bursa Korea Selatan juga tetap landai. Kospi berada di posisi 1.876, atau naik 9,64 poin (0,52 persen).
Kondisi ini dipengaruhi oleh saham-saham AS yang berakhir melemah pada penutupan bursa Selasa. Investor mengharapkan Ben Bernanke selaku Ketua The Fed dapat menyampaikan pidato yang memberikan petunjuk lebih jelas mengenai kelanjutan program stimulus moneter dari bank sentral itu.
Presiden Fed Kansas City, Esther George, telah menyatakan bahwa bank sentral AS harus mulai mengurangi program pembelian obligasi besar-besaran. Pasar menangkap kemungkinan hal ini akan mulai dilakukan pada semester pertama tahun depan.
Indeks Nikkei turun 0,8 persen, mengambil jeda setelah reli perdagangan yang tinggi pada tujuh pekan terakhir. Sementara itu, yen berada di posisi 100 per dolar di awal perdagangan Asia. Saham eskportir memimpin penurunan indeks Nikkei, dengan produsen kamera Canon turun 1 persen.
Pertemuan Bank Sentral Jepang yang merumuskan kebijakan terbaru mengungkapkan tingkat optimisme terhadap ekonomi, meskipun investor tetap kecewa. Investor berharap petunjuk stimulus masa depan mengenai pelemahan yen, pada gilirannya mendukung penguatan Nikkei.
Anggota BOJ menyatakan bahwa pasar Jepang kemungkinan bisa mendapatkan stabilitas kembali. Pejabat pemerintah Jepang juga telah menyatakan bahwa untuk sementara, negara tetap dalam deflasi moderat, dengan munculnya beberapa perubahan.
Sementara itu, reli pada saham-saham sumber daya mineral telah meredam penurunan pada indeks acuan Australia. Saham penambang top dunia, BHP Biliton, melonjak 2 persen setelah melaporkan kenaikan 7 persen dalam produksi tembaga, dan peningkatan 17 persen dalam produksi bijih besi pada kuartal kedua.
Di Korea Selatan, data keuangan perusahaan yang dikeluarkan Rabu membebani indeks Korea Selatan. Saham Samsung Engineering turun hampir 4 persen setelah membukukan rugi bersih sebesar US$82,9 juta untuk periode kuartal kedua tahun ini.

Empat Pengaruh Buruk Kartu Kredit



Revolusi plastik, ini yang sedang terjadi di dunia. Masyarakat sekarang menggemari transaksi dengan menggunakan kartu kredit dibandingkan uang secara fisik.
Gejala the cashless society --sebuah dunia tanpa uang tunai-- sedang mengglobal. Di seluruh Afrika, saat ini para pedagang menerima uang dengan menggunakan ponsel. Pembeli mentransfer sejumlah uang tertentu ke nomor rekening pedagang.
Namun, alternatif pembayaran yang paling digemari dunia saat ini adalah kartu kredit. Di Amerika Serikat, pada 1970, hanya ada 20 persen orang dewasa yang menggunakan kartu kredit. Saat ini, hampir 80 persen orang dewasa AS mempunyai kartu kredit.
Logika kartu kredit cukup sederhana. Dengan kartu kredit, seseorang menarik keuntungan masa depan untuk hari ini. Berbeda dengan tabungan, seseorang menyimpan pendapatan hari ini untuk masa depan.
Kartu kredit dapat menjadi masalah ketika konsumen menghabiskan proyeksi keuntungan lebih banyak daripada pendapatan mereka. Orang-orang berpenghasilan rendah, konsumen yang emosional, dan buruk dalam perhitungan, bisa terjebak dalam masalah kartu kredit.
Berikut tiga masalah umum yang sering ditemui pengguna kartu kredit seperti dilansir Businessinsider, Jumat 14 Juni 2013:

1. Kartu kredit membuat Anda tidak bertanggung jawab
Ciri khas kartu kredit adalah bank penerbit memberikan keleluasaan kepada konsumen untuk membeli barang. Cukup keluarkan kartu sakti Anda, gesek, selesai. Ini sangat mudah untuk membeli apa pun yang diinginkan. Terlalu mudah, sehingga lupa telah melewati limit kemampuan finansial.
Penelitian menunjukkan, orang yang memiliki kartu kredit lebih mudah membelanjakan barang di toko, ataupun restoran. Apalagi ditambah dengan promosi-promosi tertentu dan fasilitas cicilan.

2. Kartu kredit membuat Anda pelupa
Profesor Dilip Soman dari University of Colorado, menyatakan kartu kredit menciptakan ilusi likuiditas yang membuat konsumen bingung terkait kemampuan untuk menghabiskan uang. Para konsumen cenderung lebih memilih membeli item tambahan yang tidak diperlukan ketika sadar akan membayar dengan kartu kredit.

3. Kartu kredit membuat Anda gemuk
Hampir mirip dengan nomor dua, riset menunjukkan berbelanja dengan uang tunai membuat Anda lebih mawas diri. Sementara itu, kartu kredit melemahkan kontrol. Namun, konsumen cenderung membeli produk makanan yang tidak sehat, ketika mereka membayar dengan kartu kredit daripada ketika mereka membayar tunai. Kartu kredit melemahkan pertimbangan konsumen dengan cara yang lebih halus.

4. Kartu kredit berikan ilusi kehidupan
Saat ini, bank penerbit gencar untuk mengizinkan keluarga berpenghasilan rendah untuk mendapatkan kartu kredit di atas pendapatan mereka, sehingga memungkinkan mereka untuk hidup lebih nyaman. Tetapi, itu semua hanya ilusi. Di balik semua itu, masyarakat berpenghasilan rendah dituntut untuk membayar bunga mahal.

Revolusi plastik, ini yang sedang terjadi di dunia. Masyarakat sekarang menggemari transaksi dengan menggunakan kartu kredit dibandingkan uang secara fisik.
Gejala the cashless society --sebuah dunia tanpa uang tunai-- sedang mengglobal. Di seluruh Afrika, saat ini para pedagang menerima uang dengan menggunakan ponsel. Pembeli mentransfer sejumlah uang tertentu ke nomor rekening pedagang.
Namun, alternatif pembayaran yang paling digemari dunia saat ini adalah kartu kredit. Di Amerika Serikat, pada 1970, hanya ada 20 persen orang dewasa yang menggunakan kartu kredit. Saat ini, hampir 80 persen orang dewasa AS mempunyai kartu kredit.
Logika kartu kredit cukup sederhana. Dengan kartu kredit, seseorang menarik keuntungan masa depan untuk hari ini. Berbeda dengan tabungan, seseorang menyimpan pendapatan hari ini untuk masa depan.
Kartu kredit dapat menjadi masalah ketika konsumen menghabiskan proyeksi keuntungan lebih banyak daripada pendapatan mereka. Orang-orang berpenghasilan rendah, konsumen yang emosional, dan buruk dalam perhitungan, bisa terjebak dalam masalah kartu kredit.
Berikut tiga masalah umum yang sering ditemui pengguna kartu kredit seperti dilansir Businessinsider, Jumat 14 Juni 2013:

1. Kartu kredit membuat Anda tidak bertanggung jawab
Ciri khas kartu kredit adalah bank penerbit memberikan keleluasaan kepada konsumen untuk membeli barang. Cukup keluarkan kartu sakti Anda, gesek, selesai. Ini sangat mudah untuk membeli apa pun yang diinginkan. Terlalu mudah, sehingga lupa telah melewati limit kemampuan finansial.
Penelitian menunjukkan, orang yang memiliki kartu kredit lebih mudah membelanjakan barang di toko, ataupun restoran. Apalagi ditambah dengan promosi-promosi tertentu dan fasilitas cicilan.

2. Kartu kredit membuat Anda pelupa
Profesor Dilip Soman dari University of Colorado, menyatakan kartu kredit menciptakan ilusi likuiditas yang membuat konsumen bingung terkait kemampuan untuk menghabiskan uang. Para konsumen cenderung lebih memilih membeli item tambahan yang tidak diperlukan ketika sadar akan membayar dengan kartu kredit.

3. Kartu kredit membuat Anda gemuk
Hampir mirip dengan nomor dua, riset menunjukkan berbelanja dengan uang tunai membuat Anda lebih mawas diri. Sementara itu, kartu kredit melemahkan kontrol. Namun, konsumen cenderung membeli produk makanan yang tidak sehat, ketika mereka membayar dengan kartu kredit daripada ketika mereka membayar tunai. Kartu kredit melemahkan pertimbangan konsumen dengan cara yang lebih halus.

4. Kartu kredit berikan ilusi kehidupan
Saat ini, bank penerbit gencar untuk mengizinkan keluarga berpenghasilan rendah untuk mendapatkan kartu kredit di atas pendapatan mereka, sehingga memungkinkan mereka untuk hidup lebih nyaman. Tetapi, itu semua hanya ilusi. Di balik semua itu, masyarakat berpenghasilan rendah dituntut untuk membayar bunga mahal.
- See more at: http://news.tamoranews.com/2013/07/empat-pengaruh-buruk-kartu-kredit.html#sthash.fRDaXI2b.dpuf

Revolusi plastik, ini yang sedang terjadi di dunia. Masyarakat sekarang menggemari transaksi dengan menggunakan kartu kredit dibandingkan uang secara fisik.
Gejala the cashless society --sebuah dunia tanpa uang tunai-- sedang mengglobal. Di seluruh Afrika, saat ini para pedagang menerima uang dengan menggunakan ponsel. Pembeli mentransfer sejumlah uang tertentu ke nomor rekening pedagang.
Namun, alternatif pembayaran yang paling digemari dunia saat ini adalah kartu kredit. Di Amerika Serikat, pada 1970, hanya ada 20 persen orang dewasa yang menggunakan kartu kredit. Saat ini, hampir 80 persen orang dewasa AS mempunyai kartu kredit.
Logika kartu kredit cukup sederhana. Dengan kartu kredit, seseorang menarik keuntungan masa depan untuk hari ini. Berbeda dengan tabungan, seseorang menyimpan pendapatan hari ini untuk masa depan.
Kartu kredit dapat menjadi masalah ketika konsumen menghabiskan proyeksi keuntungan lebih banyak daripada pendapatan mereka. Orang-orang berpenghasilan rendah, konsumen yang emosional, dan buruk dalam perhitungan, bisa terjebak dalam masalah kartu kredit.
Berikut tiga masalah umum yang sering ditemui pengguna kartu kredit seperti dilansir Businessinsider, Jumat 14 Juni 2013:

1. Kartu kredit membuat Anda tidak bertanggung jawab
Ciri khas kartu kredit adalah bank penerbit memberikan keleluasaan kepada konsumen untuk membeli barang. Cukup keluarkan kartu sakti Anda, gesek, selesai. Ini sangat mudah untuk membeli apa pun yang diinginkan. Terlalu mudah, sehingga lupa telah melewati limit kemampuan finansial.
Penelitian menunjukkan, orang yang memiliki kartu kredit lebih mudah membelanjakan barang di toko, ataupun restoran. Apalagi ditambah dengan promosi-promosi tertentu dan fasilitas cicilan.

2. Kartu kredit membuat Anda pelupa
Profesor Dilip Soman dari University of Colorado, menyatakan kartu kredit menciptakan ilusi likuiditas yang membuat konsumen bingung terkait kemampuan untuk menghabiskan uang. Para konsumen cenderung lebih memilih membeli item tambahan yang tidak diperlukan ketika sadar akan membayar dengan kartu kredit.

3. Kartu kredit membuat Anda gemuk
Hampir mirip dengan nomor dua, riset menunjukkan berbelanja dengan uang tunai membuat Anda lebih mawas diri. Sementara itu, kartu kredit melemahkan kontrol. Namun, konsumen cenderung membeli produk makanan yang tidak sehat, ketika mereka membayar dengan kartu kredit daripada ketika mereka membayar tunai. Kartu kredit melemahkan pertimbangan konsumen dengan cara yang lebih halus.

4. Kartu kredit berikan ilusi kehidupan
Saat ini, bank penerbit gencar untuk mengizinkan keluarga berpenghasilan rendah untuk mendapatkan kartu kredit di atas pendapatan mereka, sehingga memungkinkan mereka untuk hidup lebih nyaman. Tetapi, itu semua hanya ilusi. Di balik semua itu, masyarakat berpenghasilan rendah dituntut untuk membayar bunga mahal.
- See more at: http://news.tamoranews.com/2013/07/empat-pengaruh-buruk-kartu-kredit.html#sthash.fRDaXI2b.dpuf

Revolusi plastik, ini yang sedang terjadi di dunia. Masyarakat sekarang menggemari transaksi dengan menggunakan kartu kredit dibandingkan uang secara fisik.
Gejala the cashless society --sebuah dunia tanpa uang tunai-- sedang mengglobal. Di seluruh Afrika, saat ini para pedagang menerima uang dengan menggunakan ponsel. Pembeli mentransfer sejumlah uang tertentu ke nomor rekening pedagang.
Namun, alternatif pembayaran yang paling digemari dunia saat ini adalah kartu kredit. Di Amerika Serikat, pada 1970, hanya ada 20 persen orang dewasa yang menggunakan kartu kredit. Saat ini, hampir 80 persen orang dewasa AS mempunyai kartu kredit.
Logika kartu kredit cukup sederhana. Dengan kartu kredit, seseorang menarik keuntungan masa depan untuk hari ini. Berbeda dengan tabungan, seseorang menyimpan pendapatan hari ini untuk masa depan.
Kartu kredit dapat menjadi masalah ketika konsumen menghabiskan proyeksi keuntungan lebih banyak daripada pendapatan mereka. Orang-orang berpenghasilan rendah, konsumen yang emosional, dan buruk dalam perhitungan, bisa terjebak dalam masalah kartu kredit.
Berikut tiga masalah umum yang sering ditemui pengguna kartu kredit seperti dilansir Businessinsider, Jumat 14 Juni 2013:

1. Kartu kredit membuat Anda tidak bertanggung jawab
Ciri khas kartu kredit adalah bank penerbit memberikan keleluasaan kepada konsumen untuk membeli barang. Cukup keluarkan kartu sakti Anda, gesek, selesai. Ini sangat mudah untuk membeli apa pun yang diinginkan. Terlalu mudah, sehingga lupa telah melewati limit kemampuan finansial.
Penelitian menunjukkan, orang yang memiliki kartu kredit lebih mudah membelanjakan barang di toko, ataupun restoran. Apalagi ditambah dengan promosi-promosi tertentu dan fasilitas cicilan.

2. Kartu kredit membuat Anda pelupa
Profesor Dilip Soman dari University of Colorado, menyatakan kartu kredit menciptakan ilusi likuiditas yang membuat konsumen bingung terkait kemampuan untuk menghabiskan uang. Para konsumen cenderung lebih memilih membeli item tambahan yang tidak diperlukan ketika sadar akan membayar dengan kartu kredit.

3. Kartu kredit membuat Anda gemuk
Hampir mirip dengan nomor dua, riset menunjukkan berbelanja dengan uang tunai membuat Anda lebih mawas diri. Sementara itu, kartu kredit melemahkan kontrol. Namun, konsumen cenderung membeli produk makanan yang tidak sehat, ketika mereka membayar dengan kartu kredit daripada ketika mereka membayar tunai. Kartu kredit melemahkan pertimbangan konsumen dengan cara yang lebih halus.

4. Kartu kredit berikan ilusi kehidupan
Saat ini, bank penerbit gencar untuk mengizinkan keluarga berpenghasilan rendah untuk mendapatkan kartu kredit di atas pendapatan mereka, sehingga memungkinkan mereka untuk hidup lebih nyaman. Tetapi, itu semua hanya ilusi. Di balik semua itu, masyarakat berpenghasilan rendah dituntut untuk membayar bunga mahal.
- See more at: http://news.tamoranews.com/2013/07/empat-pengaruh-buruk-kartu-kredit.html#sthash.fRDaXI2b.dpuf

Revolusi plastik, ini yang sedang terjadi di dunia. Masyarakat sekarang menggemari transaksi dengan menggunakan kartu kredit dibandingkan uang secara fisik.
Gejala the cashless society --sebuah dunia tanpa uang tunai-- sedang mengglobal. Di seluruh Afrika, saat ini para pedagang menerima uang dengan menggunakan ponsel. Pembeli mentransfer sejumlah uang tertentu ke nomor rekening pedagang.
Namun, alternatif pembayaran yang paling digemari dunia saat ini adalah kartu kredit. Di Amerika Serikat, pada 1970, hanya ada 20 persen orang dewasa yang menggunakan kartu kredit. Saat ini, hampir 80 persen orang dewasa AS mempunyai kartu kredit.
Logika kartu kredit cukup sederhana. Dengan kartu kredit, seseorang menarik keuntungan masa depan untuk hari ini. Berbeda dengan tabungan, seseorang menyimpan pendapatan hari ini untuk masa depan.
Kartu kredit dapat menjadi masalah ketika konsumen menghabiskan proyeksi keuntungan lebih banyak daripada pendapatan mereka. Orang-orang berpenghasilan rendah, konsumen yang emosional, dan buruk dalam perhitungan, bisa terjebak dalam masalah kartu kredit.
Berikut tiga masalah umum yang sering ditemui pengguna kartu kredit seperti dilansir Businessinsider, Jumat 14 Juni 2013:

1. Kartu kredit membuat Anda tidak bertanggung jawab
Ciri khas kartu kredit adalah bank penerbit memberikan keleluasaan kepada konsumen untuk membeli barang. Cukup keluarkan kartu sakti Anda, gesek, selesai. Ini sangat mudah untuk membeli apa pun yang diinginkan. Terlalu mudah, sehingga lupa telah melewati limit kemampuan finansial.
Penelitian menunjukkan, orang yang memiliki kartu kredit lebih mudah membelanjakan barang di toko, ataupun restoran. Apalagi ditambah dengan promosi-promosi tertentu dan fasilitas cicilan.

2. Kartu kredit membuat Anda pelupa
Profesor Dilip Soman dari University of Colorado, menyatakan kartu kredit menciptakan ilusi likuiditas yang membuat konsumen bingung terkait kemampuan untuk menghabiskan uang. Para konsumen cenderung lebih memilih membeli item tambahan yang tidak diperlukan ketika sadar akan membayar dengan kartu kredit.

3. Kartu kredit membuat Anda gemuk
Hampir mirip dengan nomor dua, riset menunjukkan berbelanja dengan uang tunai membuat Anda lebih mawas diri. Sementara itu, kartu kredit melemahkan kontrol. Namun, konsumen cenderung membeli produk makanan yang tidak sehat, ketika mereka membayar dengan kartu kredit daripada ketika mereka membayar tunai. Kartu kredit melemahkan pertimbangan konsumen dengan cara yang lebih halus.

4. Kartu kredit berikan ilusi kehidupan
Saat ini, bank penerbit gencar untuk mengizinkan keluarga berpenghasilan rendah untuk mendapatkan kartu kredit di atas pendapatan mereka, sehingga memungkinkan mereka untuk hidup lebih nyaman. Tetapi, itu semua hanya ilusi. Di balik semua itu, masyarakat berpenghasilan rendah dituntut untuk membayar bunga mahal.
- See more at: http://news.tamoranews.com/2013/07/empat-pengaruh-buruk-kartu-kredit.html#sthash.fRDaXI2b.dpuf

Revolusi plastik, ini yang sedang terjadi di dunia. Masyarakat sekarang menggemari transaksi dengan menggunakan kartu kredit dibandingkan uang secara fisik.
Gejala the cashless society --sebuah dunia tanpa uang tunai-- sedang mengglobal. Di seluruh Afrika, saat ini para pedagang menerima uang dengan menggunakan ponsel. Pembeli mentransfer sejumlah uang tertentu ke nomor rekening pedagang.
Namun, alternatif pembayaran yang paling digemari dunia saat ini adalah kartu kredit. Di Amerika Serikat, pada 1970, hanya ada 20 persen orang dewasa yang menggunakan kartu kredit. Saat ini, hampir 80 persen orang dewasa AS mempunyai kartu kredit.
Logika kartu kredit cukup sederhana. Dengan kartu kredit, seseorang menarik keuntungan masa depan untuk hari ini. Berbeda dengan tabungan, seseorang menyimpan pendapatan hari ini untuk masa depan.
Kartu kredit dapat menjadi masalah ketika konsumen menghabiskan proyeksi keuntungan lebih banyak daripada pendapatan mereka. Orang-orang berpenghasilan rendah, konsumen yang emosional, dan buruk dalam perhitungan, bisa terjebak dalam masalah kartu kredit.
Berikut tiga masalah umum yang sering ditemui pengguna kartu kredit seperti dilansir Businessinsider, Jumat 14 Juni 2013:

1. Kartu kredit membuat Anda tidak bertanggung jawab
Ciri khas kartu kredit adalah bank penerbit memberikan keleluasaan kepada konsumen untuk membeli barang. Cukup keluarkan kartu sakti Anda, gesek, selesai. Ini sangat mudah untuk membeli apa pun yang diinginkan. Terlalu mudah, sehingga lupa telah melewati limit kemampuan finansial.
Penelitian menunjukkan, orang yang memiliki kartu kredit lebih mudah membelanjakan barang di toko, ataupun restoran. Apalagi ditambah dengan promosi-promosi tertentu dan fasilitas cicilan.

2. Kartu kredit membuat Anda pelupa
Profesor Dilip Soman dari University of Colorado, menyatakan kartu kredit menciptakan ilusi likuiditas yang membuat konsumen bingung terkait kemampuan untuk menghabiskan uang. Para konsumen cenderung lebih memilih membeli item tambahan yang tidak diperlukan ketika sadar akan membayar dengan kartu kredit.

3. Kartu kredit membuat Anda gemuk
Hampir mirip dengan nomor dua, riset menunjukkan berbelanja dengan uang tunai membuat Anda lebih mawas diri. Sementara itu, kartu kredit melemahkan kontrol. Namun, konsumen cenderung membeli produk makanan yang tidak sehat, ketika mereka membayar dengan kartu kredit daripada ketika mereka membayar tunai. Kartu kredit melemahkan pertimbangan konsumen dengan cara yang lebih halus.

4. Kartu kredit berikan ilusi kehidupan
Saat ini, bank penerbit gencar untuk mengizinkan keluarga berpenghasilan rendah untuk mendapatkan kartu kredit di atas pendapatan mereka, sehingga memungkinkan mereka untuk hidup lebih nyaman. Tetapi, itu semua hanya ilusi. Di balik semua itu, masyarakat berpenghasilan rendah dituntut untuk membayar bunga mahal.
- See more at: http://news.tamoranews.com/2013/07/empat-pengaruh-buruk-kartu-kredit.html#sthash.fRDaXI2b.dpuf

Revolusi plastik, ini yang sedang terjadi di dunia. Masyarakat sekarang menggemari transaksi dengan menggunakan kartu kredit dibandingkan uang secara fisik.
Gejala the cashless society --sebuah dunia tanpa uang tunai-- sedang mengglobal. Di seluruh Afrika, saat ini para pedagang menerima uang dengan menggunakan ponsel. Pembeli mentransfer sejumlah uang tertentu ke nomor rekening pedagang.
Namun, alternatif pembayaran yang paling digemari dunia saat ini adalah kartu kredit. Di Amerika Serikat, pada 1970, hanya ada 20 persen orang dewasa yang menggunakan kartu kredit. Saat ini, hampir 80 persen orang dewasa AS mempunyai kartu kredit.
Logika kartu kredit cukup sederhana. Dengan kartu kredit, seseorang menarik keuntungan masa depan untuk hari ini. Berbeda dengan tabungan, seseorang menyimpan pendapatan hari ini untuk masa depan.
Kartu kredit dapat menjadi masalah ketika konsumen menghabiskan proyeksi keuntungan lebih banyak daripada pendapatan mereka. Orang-orang berpenghasilan rendah, konsumen yang emosional, dan buruk dalam perhitungan, bisa terjebak dalam masalah kartu kredit.
Berikut tiga masalah umum yang sering ditemui pengguna kartu kredit seperti dilansir Businessinsider, Jumat 14 Juni 2013:

1. Kartu kredit membuat Anda tidak bertanggung jawab
Ciri khas kartu kredit adalah bank penerbit memberikan keleluasaan kepada konsumen untuk membeli barang. Cukup keluarkan kartu sakti Anda, gesek, selesai. Ini sangat mudah untuk membeli apa pun yang diinginkan. Terlalu mudah, sehingga lupa telah melewati limit kemampuan finansial.
Penelitian menunjukkan, orang yang memiliki kartu kredit lebih mudah membelanjakan barang di toko, ataupun restoran. Apalagi ditambah dengan promosi-promosi tertentu dan fasilitas cicilan.

2. Kartu kredit membuat Anda pelupa
Profesor Dilip Soman dari University of Colorado, menyatakan kartu kredit menciptakan ilusi likuiditas yang membuat konsumen bingung terkait kemampuan untuk menghabiskan uang. Para konsumen cenderung lebih memilih membeli item tambahan yang tidak diperlukan ketika sadar akan membayar dengan kartu kredit.

3. Kartu kredit membuat Anda gemuk
Hampir mirip dengan nomor dua, riset menunjukkan berbelanja dengan uang tunai membuat Anda lebih mawas diri. Sementara itu, kartu kredit melemahkan kontrol. Namun, konsumen cenderung membeli produk makanan yang tidak sehat, ketika mereka membayar dengan kartu kredit daripada ketika mereka membayar tunai. Kartu kredit melemahkan pertimbangan konsumen dengan cara yang lebih halus.

4. Kartu kredit berikan ilusi kehidupan
Saat ini, bank penerbit gencar untuk mengizinkan keluarga berpenghasilan rendah untuk mendapatkan kartu kredit di atas pendapatan mereka, sehingga memungkinkan mereka untuk hidup lebih nyaman. Tetapi, itu semua hanya ilusi. Di balik semua itu, masyarakat berpenghasilan rendah dituntut untuk membayar bunga mahal.
- See more at: http://news.tamoranews.com/2013/07/empat-pengaruh-buruk-kartu-kredit.html#sthash.fRDaXI2b.dpuf

Harga Emas Dunia Bergejolak di Level Terendah




Harga emas terus merosot dalam dua tahun terakhir di tengah kekhawatiran pembelian obligasi oleh bank sentral Amerika Serikat dan krisis uang tunai di China.

Dikutip dari CNBC, Senin 24 Juni 2013, harga emas spot berada di level US$1.297,66 per ounces, sedangkan emas berjangka AS di posisi US$1.297,3 per ounces. Para manajer investasi memangkas dana mereka di logam batangan, karena dalam dua pekan berturut-turut turun dalam level terendah.

Pasar bergejolak setelah Gubernur The Fed, Ben Bernanke, memulai kembali program pembelian obligasi senilai US$85 miliar. Sementara itu, Bank Sentral China membiarkan suku bunga pinjaman naik hingga 25 persen untuk menekan kas perbankan, agar tidak mudah meminjamkan dana guna kegiatan informal yang merajalela di negeri Tirai Bambu tersebut.

Sementara itu, dari dalam negeri dilaporkan, harga emas domestik sedikit menguat Rp1.000 per gram pada perdagangan Senin 24 Juni 2013. Dikutip dari laman logammulia, harga emas batangan di Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia PT Antam Tbk, untuk harga DKI Jakarta, berada di level Rp502.000 per gram.

Sementara itu, harga emas ukuran 5 gram dilepas dengan harga Rp2.365.000, ukuran Rp10 gram seharga Rp4.680.000, dan ukuran 25 gram dijual Rp11.625.000. Untuk ukuran 100 gram dilepas Rp46.350.000.

Ukuran 250 gram dipatok Rp115.750.000 dan ukuran 500 gram seharga Rp231.300.000. Sementara itu, harga beli kembali (buy back) emas Antam melonjak Rp9.000 menjadi Rp415.000 per gram.

PT Pelindo III raih berhasil kembangkan bisnis kepelabuhanan

PT Pelindo III raih berhasil kembangkan bisnis kepelabuhanan - Raih 'Banjarmasin Marketeers Champion 2013' - Pelindo III Cabang Banjarmasin raih penghargaan 'Banjarmasin Marketeers Champion 2013'


Dinilai berhasil kembangkan bisnis kepelabuhanan, General Manager PT Pelindo III (Persero) Cabang Banjarmasin, Toto Heli Yanto raih penghargaan ‘Banjarmasin Marketeers Champion 2013′ untuk sektor goverment and public services dalam Indonesia Markeeters Festival 2013 yang dilaksanakan di Hotel Rattan Inn Banjarmasin.
Penghargaan ini diberikan atas hasil penjurian dari panitia yang terdiri dari Tim Markplus Inc, tokoh masyarakat dan pihak Media, dimana penilaian berdasarkan kontribusi para peserta terhadap pelayanan pelanggan, pemasaran Produk dan Brand Image.
Humas PT Pelindo III Edi Priyanto mengatakan, penghargaan tersebut diberikan secara langsung oleh Wakil Walikota Banjarmasin H, Irwan Ansari kepada Toto yang telah berupaya membina hubungan baik, networking serta berbagai aktifitas pembinaan pelanggan dan manajemen brand PT Pelindo di mata publik. Antara lain, prestasi dalam menata PKL dan terminal penumpang yang berhasil memperoleh penghargaan Penghargaan Penilaian Unit Pelayanan Publik Kemenhub 2012 dengan predikat Prima Utama.
“Penghargaan ini juga berdasarkan berbagai inovasi beliau dalam membina networking kepada stakeholder eksternal perusahaan,” terang Edy di Surabaya, Jumat (21/06/2013).
Menurutnya, dalam acara yang dipandu langsung oleh Dimas Soerojo, Fasilitator MarkPlus Institute’s, Toto menceritakan beberapa ide out of the box yang membuat Pelindo Banjarmasin berhasil dalam mengembangkan bisnisnya.
Beberapa plan yang disampaikan Toto diantaranya, rencana kerjasama Pelindo untuk mengembangkan bisnis di Pelabuhan Martapura Lama, mendatangkan kapal pesiar untuk pertama kalinya di pelabuhan Banjarmasin serta Konsep Trisakti One Stop Service.
Dinilai berhasil kembangkan bisnis kepelabuhanan, General Manager PT Pelindo III (Persero) Cabang Banjarmasin, Toto Heli Yanto raih penghargaan “Banjarmasin Marketeers Champion 2013” untuk sektor goverment and public services dalam Indonesia Markeeters Festival 2013 yang dilaksanakan di Hotel Rattan Inn Banjarmasin. penghargaan ini diberikan atas hasil penjurian dari panitia yang terdiri dari Tim Markplus Inc, tokoh masyarakat dan pihak Media, dimana penilaian berdasarkan kontribusi para peserta terhadap pelayanan pelanggan, pemasaran Produk dan publisitas / Brand Image.
Penghargaan diberikan secara langsung oleh Wakil Walikota Banjarmasin H, Irwan Ansari. Penghargaan tersebut diraih atas upaya Toto dalam membina hubungan baik, networking serta berbagai aktifitas pembinaan pelanggan dan manajemen brand PT Pelindo di mata publik. Antara lain, prestasi dalam menata PKL dan terminal penumpang yang berhasil memperoleh penghargaan Penghargaan Penilaian Unit Pelayanan Publik Kemenhub 2012 dengan predikat Prima Utama , serta berbagai inovasi dalam membina networking kepada stakeholder eksternal perusahaan.
Dalam acara yang dipandu langsung oleh Dimas Soerojo, Fasilitator MarkPlus Institute’s, Toto menceritakan beberapa ide out of the box yang membuat Pelindo Banjarmasin berhasil dalam mengembangkan bisnisnya, seperti rencana kerjasama Pelindo untuk mengembangkan bisnis di Pelabuhan Martapura Lama, mendatangkan kapal pesiar untuk pertama kalinya di pelabuhan Banjarmasin serta Konsep Trisakti One Stop Service.
Trisakti One Stop Service atau TOSS merupakan strategi dalam mengintegrasikan seluruh pihak terkait kepelabuhanan untuk mengoptimalkan pelayanan. Dengan dioperasikannya “Tol” untuk Sungai Barito alur pelayaran kini telah beroperasi 24 jam, namun masih terkendala gudang yang tidak beroperasi 24 jam, dengan sistem TOSS nantinya, gudang akan dikelola oleh pelindo sehingga bongkar muat dapat berlangsung secara optimal 24 jam.@dony

Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat, Indonesia Harus Berguru ke Korsel



Saat ini Indonesia sudah menjadi negara dengan tingkat pendapatan menengah. Supaya bisa 'naik kelas' ke tingkat pendapatan tinggi, Indonesia harus banyak belajar dari Korea Selatan.

Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chairul Tanjung, yang sedang berkunjung ke Korsel, ingin sekali Indonesia menjadi negara dengan pendapatan tinggi karena akan membuat rakyat lebih sejahtera dari kondisi yang sekarang.

Untuk itu, ia membawa rombongan KEN dan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia ke Negeri Ginseng itu dalam rangka belajar berbagai hal terkait ekonomi.

"Kenapa kita harus belajar? Banyak negara, 95% negara berdasarkan survey yang dilakukan oleh para ekonom itu dinyatakan, bahwa 95% negara itu tejebak dalam negara dalam negara berpenghasilan menengah gagal masuk ke negara berpenghasilan tinggi," kata pria yang akrab disapa CT itu kepadadetikFinance, Jumat (24/5/2013) malam waktu setempat.

Penyebab kegagalan itu karena banyak faktor. Menurut CT, jebakan seperti ini disebut sebagai Middle Income Trap. Korsel sudah berhasil menangkis jebakan ini dan sekarang masuk sebagai negara dengan pendapatan tinggi.

"Kami coba belajar, dan kuncinya adalah bahwa ternyata kekuatan Korea adalah mereka mampu melakukan sebuah tansformasi ekonomi. Dari ekonomi berbasis industri dengan high labor intensive, menjadi negara dengan berbasis future of economy," ujarnya.

CT menambahkan, dengan fokus kepada teknologi dan ekonomi kreatif, Korsel sudah bisa keluar dari jebakan tersebut. Hebatnya lagi, Korsel tidak pernah puas akan perkembangan ini dan terus berusaha untuk maju lebih kencang lagi.

Sejalan dengan perkembangan ekonomi yang pesat, Korsel sadar hal ini akan memperlebar kesenjangan antara kaum miskin dan kaya. Maka dari itu, kata CT, Presiden Korsel Park Geun Hye akan melakukan sebuah demokratisasi dari ekonomi.

"Apa artinya? Pembangunan yang lebih berpihak kepada masyarakat yang selama ini belum mendapatkan manfaat dari kemajuan ekonomi," katanya.

"Dengan demikian Korea diharapkan ke depan tak hanya makin maju secara ekonomi, tetapi makin merata kesejahteraan di tingkat rakyatnya. Inilah yang kita harapkan, dapat kita contoh dan dipelajari," ujarnya.

Bos BCA: Sekarang Tak Lagi Zamannya Bunga Rendah



Bank Indonesia (BI) masih setia mematok suku bunga acuannya di level 5,75%. Ternyata kalangan perbankan justru menyesalkan hal tersebut.

Pasalnya, suku bunga yang jadi acuan industri perbankan untuk menentukan bunga kredit dan bunga deposito ini tergolong rendah.

"Sekarang bukan lagi zamannya suku bunga rendah. Suku bunga rendah sulit dipertahankan," jelas Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA), Jahja Setiaadmadja dalam sebuah temu editor media di Kantornya, Menara BCA, Rabu (15/5/2013).



Dijelaskan Jahja, industri perbankan saat ini diselimuti sebuah ketidakpastian, antaralain likuiditas yang mulai 'mengering'.

"Jika lihat perbandingan antara Dana Masyarakat (DPK/dana pihak ketiga) dan kredit yang disalurkan, dalam beberapa tahun belakangan mulai setara atau seimbang. Bahkan beberapa bank banyak yang kreditnya lebih besar dari DPK," tutur Jahja.

"Hal ini mengakibatkan terganggunya likuiditas. Apalagi kredit tak cair atau undisbursed loan juga cukup tinggi nilainya hingga triliunan. Bayangkan jika bank kesulitan cairkan kredit," tegas Jahja.

Jahja juga menambahkan, foreign direct investment (FDI) yang masuk Indonesia cukup besar. Hal ini juga ternyata memicu investor mencairkan kredit lewat bank untuk berinvestasi di Indonesia.

"Dengan naiknya suku bunga acuan BI, nantinya akan menambah likuiditas bank karena bunga kredit yang naik," jelasnya.

Dikatakan Jahja lebih jauh, BCA sendiri untuk menghimpun DPK telah menaikkan bunga deposito hingga 5% untuk memicu penabung.

"Kedepan suku bunga BI diharapkan bisa naik 50 bps sampai 100 bps masih bisa diterima. Dari 5,75% mungkin sekitar 6,75% sehingga bisa memicu bunga kredit dan likuiditas kembali longgar," terang Jahja.

Solusi Bisnis Efisien Dalam Teknologi IBM PureSystems



Perkembangan teknologi informasi memang menuntut pengguna korporasi untuk mengikutinya agar dapat meningkatkan kinerja perusahaan dan menjadi lebih efisien. Namun seiring penggunaan perangkat infrasturuktur yang semakin beragam, maka kompleksitas infrastruktur pun tak dapat dihindari.

Kompleksitas infrastruktur yang biasanya terjadi pada penggunaan data center, mengharuskan pengguna korporasi mengakomodir banyak parameter yang dibutuhkan untuk mendukung penggunaan data center tersebut.

Mulai dari kebutuhan storage, server virtualisasi, mengelola aplikasi yang digunakan (software-as-a-service), virtualisasi storage, dukungan mobile computing, bahkan antisipasi terhadap kebutuhan business critical apps yang kian berkembang.

Akibatnya korporasi malah disibukkan dengan data center mereka dan meminggirkan hal-hal yang lebih strategis agar makin lincah ditengah tantangan dan kompetisi bisnis yang makin keras.

Deddy Sudja, Presiden Direktur PT. Blue Power Technology (BPT), anak perusahaan CTI Group mengatakan perubahan di dunia bisnis terjadi dengan cepat, bahkan beberapa bisnis membutuhkan kecepatan dan keserentakan menjawab perubahan.

Adalah IBM PureSystems sebuah solusi TI yang telah mengintegrasikan System, Storage dan Networking yang menghadirkan jawabannya. PureSystems terdiri dari tiga platform, yakni PureFlex system, PureApplication system dan PureData system. PureFlex dirancang guna menciptakan infrastruktur TI yang ideal yang memudahkan konsolidasi infrastruktur maupun implementasi cloud. PureApplication merupakan platform yang dirancang khusus untuk menjalankan aplikasi dan sangat mudah di-deploy dilingkungan cloud. Dan PureData adalah platform yang dirancang khusus untuk mengatasi tantangan big data.

Di Indonesia, IBM mempercayakan pendistribusian PureSystems hanya kepada BPT. Maklum, satu-satunya perusahaan distributor IBM yang masih dimiliki oleh putra-putri Indonesia ini berkomitmen untuk tidak hanya sekadar mendistribusikan produk, melainkan juga menawarkan nilai tambah seperti menyiapkan produk demo, engineer dan training center untuk membantu pelanggan mempelajari, mencoba, hingga nantinya dapat benar-benar bisa menikmati benefit dari PureSystems. “Kami open house setiap hari Rabu dan menyiapkan engineer- engineer untuk membantu dan melayani semua kebutuhan penataan IT di perusahaan dengan PureSystems,” kata Deddy.

Sebagai solusi yang menawarkan kecepatan dan kelincahan untuk terus beradaptasi dengan perubahan bisnis, IBM PureSystems sangat cocok untuk berbagai industri. “Sekarang ini, memang industri finansial yang paling menyerap PureSystems. Dan karena ekonomi sedang tumbuh, sektor-sektor seperti infrastruktur, pemerintahan, dan ritel juga mulai menggunakannya,” kata Deddy.

Semakin Nyaman

Persoalan jamak yang selama ini dihadapi pelanggan, adalah bagaimana menyiapkan SDM agar memiliki kemampuan terkait dengan solusi IT yang baru diimplementasikannya. Seringkali masalah datang saat solusi IT sudah digunakan sementara mereka belum memiliki SDM yang mumpuni. Fakta ini sangat dipahami oleh BPT.

Karena itu meski menjadi satu-satunya distributor PureSystems, BPT juga menyiapkan penambahan layanan purna jual yakni B-Protect, yaitu layanan dukungan langsung dari engineer BPT yang telah bersertifikat dan berpengalaman untuk memastikan solusi masalah secara tepat dan cepat bila terjadi gangguan pada produk hardware dari IBM yang disediakan BPT dan telah digunakan oleh pelanggan.

Layanan B-Protect ini berlaku selama periode 1 Jan-31 Des 2013, dan tersedia setiap hari kerja mulai Senin-Jumat jam 08.00 -17.00 atau Next Business Day Support, yakni pengiriman engineer BPT ke lokasi pelanggan dalam waktu 4 jam sejak pelanggan melaporkan selama jam kerja serta 2 tiket untuk corrective maintenance yang berlaku selama setahun sejak tanggal pengiriman barang. Bahkan BPT juga melengkapi dengan Call Center yang siap melayani dan menjawab beragam keluhan pelanggan di (021) 500247 selama 24 jam dan 7 hari.

“BPT ingin memastikan kenyamanan perusahaan yang telah mengimplementasi semua produk hardware IBM dari BPT melalui B-Protect,” kata Deddy. Maklum, “man behind the gun” tetap menjadi faktor utama, karena secanggih apapun solusi IT yang digunakan kalau tidak didukung SDM yang mumpuni akan mengaburkan tujuan investasinya sendiri.

RI Masih Impor Garam 465.000 Ton, Wamenperin: Impor Saja Tak Apa-apa!

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat importasi garam masih berlangsung ke dalam negeri sepanjang triwulan I-2013. Tercatat impor garam sebesar 465.000 ton atau senilai US$ 21,5 juta.

Data BPS itu memang tak menjelaskan apakah itu garam industri atau garam konsumsi (pasar umum), khusus garam industri memang Indonesia 100% masih impor karena belum bisa diproduksi di dalam negeri.

Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Alex Retraubun mengatakan, sepanjang Indonesia tidak dapat memenuhi kebutuhan di dalam negeri, importasi adalah hal yang sah disamping terus meningkatkan produktivitas garam di dalam negeri.

"Sepanjang negara kita belum mampu untuk swasembada garam, impor saja. Nggak apa-apa. Sebab kalau tidak impor, mau gimana? (mencukupi kebutuhan?)," kata Alex saat usai melakukan pertemuan dengan Presiden dan delegasi Republik Tatarstan, di Kantor Kementerian Perindustrian, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (2/5/2013).

Ia mengaku pemerintah terus mengupayakan agar Indonesia tak lagi ketergantungan impor dalam komoditi apapun. Untuk garam sendiri, ia mengatakan akan mempercepat proyek pembangunan pabrik garam di Nagakeo, NTT, oleh perusahaan asal Asutralia, Cheetam Salt Ltd.

"Langkah pemerintah, kalau kami di Kemenperin kan berusaha untuk ekstensifikasi. Kita dorong supaya investasi Cheetam Salt itu jalan. Dan itu pasti jalan," katanya.

Data BPS menunjukan pada triwulan I-2013 dari diimpor sebesar 465 ribu ton atau senilai US$ 21,5 juta.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikutip detikFinance pada Kamis (2/5/2013), importasi garam terjadi rutin selama 3 bulan pertama tahun ini.

Januari 2013, impor garam terjadi sebesar 156 ribu ton atau US$ 7,7 juta. Kemudian pada Februari impor meningkat menjadi 192 ribu ton atau US$7,9 juta dan Maret sebesar 116 ribu ton atau US$ 5,9 juta.

Ada empat negara yang garamnya paling banyak diimpor oleh Indonesia. Impor terbesar dilakukan dari Australia. Di mana dari negeri Kangguru tersebut garam diimpor sebanyak 370 ribu ton atau US$ 17,3 juta.

Selanjutnya adalah India dengan volume impor 94.500 ton atau US$ 3,9 juta. Jerman ikut memberikan andil impor sebesar 76 ton atau US$ 147 ribu.

Di samping itu ada negara tetangga Singapura yang mencatatkan impor garam di dalam negeri. Ada 6 ton garam atau senilai US$ 52.000 garam dari Singapura.

Selandia Baru mencatatkan nilai impor 120 ton atau US$ 41.000 dan negara lainnya secara total sebesar 173 ton atau US$ 31.000.

Kuartal 1 2013, Garuda Untung USD 807,2 Juta




Direktur Utama PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar berdiskusi dengan para direksi saat konferensi pers di         salah satu hotel di Jakarta.

Harga Beli Emas Antam Stagnan Rp 533 Ribu, Harga Jual Naik Jadi Rp 460 Ribu


 Harga beli emas batangan di Logam Mulia milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) stagnan hari ini. Setelah kemarin anjlok Rp 4.000/gram ke Rp 533 ribu/gram. Namun harga emas masyarakat yang akan dijual ke Antam naik.

Dikutip dari situs Logam Mulia, Selasa (30/4/2013), harga emas Antam 1 gramnya saat ini berada di Rp 533 ribu/gram.

Harga emas batangan Logam Mulia memang sangat tergantung pada pergerakan emas internasional dan juga nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Sementara harga buyback atau harga jika masyarakat ingin menjual emasnya ke Antam naik dari Rp 456.000/gram menjadi Rp 460.000/gram.

Berikut harga emas batangan yang dijual oleh Logam Mulia Antam hari ini:
  • Pecahan 1 gram Rp 533.000
  • Pecahan 5 gram Rp 2.520.000
  • Pecahan 10 gram Rp 4.990.000
  • Pecahan 25 gram Rp 12.400.000
Namun emas batangan khusus seberat 5 gram dan 4 gram ternyata stoknya habis atau tidak tersedia di hari ini.

"Untuk transaksi pembelian emas batangan datang Langsung ke PT Antam Tbk Jakarta setiap harinya kami batasi hingga maksimal 150 nomor antrean saja," jelas Antam dalam keterangannya.,

Pengusaha Oesman Sapta Odang Dilengserkan dari Kadin


Oesman Sapta Odang
Jakarta - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia yang dipimpin oleh Suryo Bambang Sulisto alias SBS mencabut keanggotaan Oesman Sapta Odang dari Kadin Indonesa. Oesman kini tak lagi menjadi Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia.

Pemecatan tersebut dikarenakan Oesman terlibat sebagai penggagas Munaslub di Pontianak.

Pada kesempatan yang sama, Kadin Indonesia juga telah mencabut keanggotaan 9 Ketua Kadin Daerah yang terlibat dalam Munaslub Pontianak yang bukan bagian dari kegiatan resmi Kadin Indonesia.

"Kadin Indonesia menilai Oesman Sapta telah melakukan pelanggaran berat. Oleh sebab itu, Kadin Indonesia memberhentikan keanggotaan Oesman Sapta dari Kadin Indonesia dan secara otomatis kehilangan jabatannya sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia," ujar SBS dalam keterangan persnya, Selasa (30/4/2013).

Menurut SBS, Ketua Umum Kadin Indonesia bersama Ketua Dewan Kehormatan Kadin Indonesia sekaligus Menteri Perindustrian MS Hidayat, telah bertemu dengan Oesman Sapta sebagai pengagas Munaslub sekaligus Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia pada Sabtu 27 April 2013.

"Oesman Sapta sudah mendapatkan penjelasan detail mengapa Kadin Indonesia tidak memproses permintaan Munaslub karena prosesnya tidak sesuai dengan AD ART Kadin Indonesia, namun pertemuan tersebut tidak menghasilkan kesepakatan apapun, karena itu untuk menjaga keutuhan organisasi maka pada Sabtu 27 April 2013 telah dikeluarkan pencabutan keanggotaan termasuk kepada Ketua Dewan Pertimbangan," papar SBS.

Selain itu, Kadin Indonesia juga telah secara resmi memecat 9 ketua Kadin Daerah dan menunjuk para caretaker menyusul keterlibatan dalam Munaslub Pontianak yang tidak sah dan bergerak di luar forum resmi Kadin Indonesia.

Berikut daftar nama 9 Ketua Kadin Daerah yang sudah dicopot keanggotaannya :




  1. Kadin Prov Papua Ketua John Kabey digantikan oleh caretaker Syahril Hasan.
  2. Kadin Prov Maluku Ketua Daniel Solihait digantikan oleh caretaker David Glen.
  3. Kadin Prov Maluku Utara Ketua Iqbal Ruray digantikan oleh caretaker Adam Marsaoly.
  4. Kadin Prov Sulawesi Barat Ketua Harry Warganegara digantikan oleh caretaker Taslim Tammauni.
  5. Kadin Prov Sulawesi Tenggara Ketua Herry Asiku digantikan oleh caretaker Abdul Jabir Uksim.
  6. Kadin Prov Nusa Tenggara Barat Ketua Bary Djadid digantikan oleh caretaker Herry Prihatin.
  7. Kadin Prov Kalimantan Barat Ketua Santioso Tyo digantikan oleh caretaker Endang Kesumayadi.
  8. Kadin Prov Gorontalo Ketua Rocky Liyanto digantikan caretaker Ir.Ferdiyanto Koniyo.
  9. Kadin Prov Kepri Ketua Johannes Kennedy digantikan caretaker Nada Faza Soraya.

Padahal, pada Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Kadin Indonesia sepakat untuk menetapkan Oesman Sapta Odang sebagai ketua caretaker sambil mempersiapkan Musyawarah Nasional ke-VII paling lambat enam bulan sejak ditetapkan di Pontianak, Sabtu (27/4/2013) pekan lalu.

Psikolog Ini Terjun ke Bisnis Alas Kaki & Tas dari Batik dan Songket


Jakarta - Indonesia banyak memiliki karya produk kain seperti batik, songket, tenun dengan berbagai motif. Potensi ini dimanfaatkan oleh Nina, wanita berusia 35 tahun ini jatuh cinta dengan kain Indonesia. Hal ini menjadikan Nina membangun bisnisnya dengan membuat Raiya Butik yang menjual pakaian, tas, alas kaki berbahan dasar batik, songket dan tenun.

Wanita bernama lengkap Maharsi Anindyajati memulai usahanya pada tahun 2009. Wanita yang berprofesi sebagai psikolog itupun mengatakan, titik tolak lahirnya Raiya Butik berawal dari menjual produknya ke teman-temannya.

"Lalu saya mikir kayaknya sayang kalau cuma kain aja. Dan saya mikir bukan baju karena baju udah banyak banget, akhirnya saya mikir tas batik dan alas kaki," kata Nina saat dihubungi detikFinance, Rabu (3/4/2013).

Mulai dari saat itu, tepatnya akhir 2010, Nina memberanikan diri untuk membuat produk tas dan alas kaki yang berbahan dasar kain khas Indonesia seperti jumputan, batik, songket dan jenis kain lainnya.

Pada saat itu, Nina mengangkat 2 orang pekerja yang bertugas masing-masing sebagai pembuat tas dan sepatu. Mendapatkan respons yang baik dari para konsumen, akhirnya usaha Nina berkembang hingga saat ini.

"Karyawan saya asalnya 2, yang bikin tas dan sepatunya. Sekarang Alhamdulillah terakhir untuk tas itu 5 orang, sepatu 3 orang, kemudian untuk operasional dan marketing itu 2 orang. Jadi total itu 10 orang," paparnya.

Dalam sehari butik Raiya yang diadopsi dari nama ketiga anak Nina ini dapat memproduksi hingga 100 tas dan 100 sepatu. Harganya bervariatif, tergantung dari bahan yang digunakan. Untuk 1 tas yang terbuat dari kain batik atau kain lainnya, dan dikombinasikan dengan kulit genuine (ular, domba, sapi) dihargai Rp 600.000-1.500.000. Sedangkan yang dikombinasikan dengan kulit imitasi atau sintetis dihargai Rp 350.000-500.000.

Untuk sepasang sepatu berlabel Raiya, Nina mematok harga Rp 250.000-550.000, tergantung model dan bahan yang digunakan.

Nina mengaku, produknya ini memiliki keunggulan yang mungkin produk lain tidak akan punya. Pasalnya, bahan baku yaitu kain yang didapat Nina adalah klain yang bersifat "limited edition", yang diketahui seperti contoh sebuah kain batik tulis yang hanya dibuat 1 lembar di Indonesia. Pemesan pun diberi penawaran menarik, yaitu bebas memilih menggunakan kain apa dan modelnya.

"Karena custom itu juga bisa jadi one of a kind (unik). Misalnya kalau batik tulis itu aja, itu kan cuma satu atau dua gitu. Nah ketika menjelma menjadi tas atau sepatu, itu bisa menjadi satu-satunya mungkin. Kalau batik saya nggak mau yang printing, tapi yang cap. Kalau tenun juga yang pakai tangan," jelasnya.

Pemasaran yang dilakukan Nina masih banyak bertumpu pada pemasaran online, melalui website, facebook, twitter atau jejaring sosial lainnya. Sayangnya, Nina belum berniat untuk diajak atau mengajak investor lain untuk mengembangkan bisnisnya meskipun usahanya ini memiliki potensi yang sangat besar, dengan alasan masih ingin berbisnis menggunakan modal sendiri.

Pasarnya pun tersebar luas, para konsumen yang membeli produknya bukan hanya dari kalangan dalam negeri saja tapi mancanegara.

"Saya kalau ekspor skala besar itu belum. Konsumen ada yang dari Amerika, Hungaria, Korea, Singapura, India, China, Maroko. Beli perorangan, karena web atau twitter," katanya.

Omset yang didapat Nina dari usaha yang telah ia geluti selama 2 tahun ini mencapai Rp 50 juta/bulan. Dari situ, dia mengambil keuntungan bersih hanya 30% atau sekitar Rp 15 juta. Dia mengaku, tak mengambil keuntungan banyak dari produk yang dijualnya. Namun, ada pesan yang sangat mendalam dari orientasi bisnisnya ini.

"Orientasi saya bukan mengambil keuntungan, tapi membuka lapangan pekerjaan. Nambah terus. Jadi kalau kayaknya orang nanam modal saya takut orientasi saya nggak kesitu lagi. Saya sebenarnya pengen lebih banyak misi sosialnya, karena saya rasa yang namanya uang itu akan mengikuti ya. Kalau keuntungan pribadi sih ada lah kecil-kecilan," kata Nina.

Oleh karena itu, Nina mengaku indikator paling nyata dari perkembangan bisnisnya ini adalah dengan bertambahnya tenaga kerja yang awalnya hanya 2 orang, kini menjadi 10 orang yang terdiri dari 9 orang laki-laki dan 1 wanita.

"Saya ingin menambah orang, tapi saya tetap akan mengandalkan modal sendiri," katanya.

Sebenarnya apa yang membuat seorang psikolog berusia 35 tahun ini terjun ke bisnis tanpa mengesampingkan pekerjaannya? Selain atas dasar ingin membuka lapangan pekerjaan dan melestarikan budaya khas tanah air, Nina mengaku sejak kecil dan semasa remaja, dia memang hobi untuk berjualan, dan pandai melihat peluang.

"Kalau dari kecil saya sudah apa saja saya jualin. Saya SMP saya jual stiker. Ada kenikmatan pribadi kalau bisa menjual sesuatu. Kalau jaman kuliah saya kerjasama sama tukang fotokopi," tutupnya.

Ingin tahu lebih lanjut mengenai produk Raiya Butik? Anda bisa datang ke showroom Raiya di Jalan Rawasari Barat I No 5A, Cempaka Putih Timur, Jakarta Pusat. Atau di No Telepon 021-42875402 dan website www.raiyabutik.com
 

Entri Populer

Support

Support